Kebakaran Asrama Darussalam Kabuparen Banjar, Santri Asal Rantau Hanya Sempat Selamatkan HP dan Baju
WARTABANJAR.COM, MARTAPURA- Kebakaran yang menghanguskan dua asrama santri Pondok Pesantren Darussalam di Gang Amanah, Desa Antasan Senor Ilir, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Minggu (19/7/2026) siang, menjadi pengalaman yang sulit dilupakan Muhammad Raihan.
Santri asal Rantau, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, yang telah sekitar dua tahun tinggal di asrama tersebut mengaku tak memiliki firasat apa pun sebelum kobaran api muncul.
”Kadada pang firasat. Hari Minggu santai haja, libur sekolah,” ujar Raihan saat diwawancarai.
Ia mengatakan baru menyadari terjadi kebakaran setelah mendengar suara yang awalnya dikira seperti gemuruh angin.
”Merasa kayak gemuruh angin. Pas kami keluaran tuh, api ada di sebelah kamar nang kosong, nang kadada penghuninya,” ungkapnya.
Raihan menyebut kamar tersebut memang sudah lama tidak ditempati sehingga ia menduga kobaran api berasal dari korsleting listrik.
”Itu sudah bertahun-tahun kosong. Dugaannya korslet pang, karena kadada isinya,” ucapnya.
Mengetahui api terus membesar, Raihan bersama santri lainnya bergegas menyelamatkan barang-barang yang masih sempat dibawa keluar.
Selain memindahkan sepeda motor ke tempat yang lebih aman, ia hanya sempat menyelamatkan telepon genggam dan pakaian yang dikenakannya.
BACA JUGA: Asrama Santri Darussalam Terbakar di Martapura Timur, Api Juga Rusak Tiga Rumah Warga
”HP lawan baju ni ja. Sepeda motor sudah dialih ke tempat yang lebih aman,” tambahnya.
Sementara itu, barang-barang lainnya tak sempat diselamatkan.
Kitab, buku pelajaran hingga pakaian sekolah miliknya ikut hangus dilalap api.
”Sisanya kebakar. Buku-buku kitab habisan jua sudah. Baju sekolah jua habis,” ungkapnya pasrah.
Menurutnya, kobaran api menyebar sangat cepat hingga para santri tidak memiliki banyak waktu untuk menyelamatkan barang-barang mereka.
”Penyebaran apinya tiga menit dah. Tak sampai setengah jam, langsung menyebar sa-asramaan,” tutupnya. (wartabanjar.com/IKhsan)
Editor: Yayu