Manager SPBU Mandingin, Purwadi, menambahkan bahwa peningkatan permintaan terjadi karena warga kini lebih awal mengisi BBM, bahkan banyak yang beralih dari Pertalite ke Pertamax. “Biasanya 10 ribu liter Pertalite per hari. Sekarang jauh lebih banyak. Stok cepat habis karena konsumsi meningkat drastis,” jelasnya.
Untuk menjaga ketersediaan, SPBU memberlakukan pembatasan pembelian Pertamax maksimal Rp300.000 per kendaraan. Purwadi memastikan, begitu pasokan tambahan tiba siang hari, antrean akan berkurang dan operasional kembali normal.
Meski harga BBM mulai menurun, drama antrean panjang dan persaingan mendapatkan BBM di SPBU Mandingin masih menjadi cerita sehari-hari warga HST.(wartabanjar.com/Adew)
editor: nur muhammad







