Kasus ini memantik kemarahan publik, terutama dari civitas akademika Untag. Ratusan mahasiswa mendatangi Polda Jateng untuk menuntut kejelasan dan transparansi.

Beberapa kejanggalan yang mereka soroti antara lain:

Korban ditemukan tanpa busana

AKBP Basuki menjadi saksi kunci

Keduanya tercatat dalam KK yang sama

Dugaan hilangnya barang pribadi milik korban

Ketidakjelasan siapa yang terakhir bersama DLL

Keluarga korban mendesak polisi mengungkap seluruh fakta, termasuk alasan keberadaan AKBP Basuki terkait peristiwa di kamar 210 tersebut.

Kasus yang penuh tanda tanya ini masih terus bergulir dan menjadi perhatian luas masyarakat.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)

editor: nur muhammad