“Akibat dari BBM rusak harus ada pertanggungjawaban nyata, bukan sekadar klarifikasi di media. Integritas produk energi nasional adalah harga mati,” tutup Prof. Mufti tegas.

Fenomena “motor mogok massal” ini menjadi sorotan publik dan trending di berbagai platform sosial. Banyak warganet mengunggah video dan foto motor mereka yang berhenti mendadak setelah pengisian, disertai tagar protes terhadap Pertamina.(Wartabanjar.com/nurmuhammad)

editor: nur muhammad