WARTABANJAR.COM, MAMUJU – Warga Desa Tarailu, Kecamatan Sampaga, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) digemparkan oleh peristiwa alam tak biasa pada Minggu malam (26/10/2025). Ribuan hingga jutaan udang kecil tiba-tiba merayap naik ke darat, memenuhi area sekitar jembatan Tarailu, seolah-olah melarikan diri dari laut.

Fenomena langka ini pertama kali viral setelah akun Facebook @Akbar Coto Makassar mengunggah video berdurasi empat menit yang memperlihatkan gelombang udang kecil bermunculan dari sela bebatuan dan berhamburan ke permukaan tanah. Dalam video itu, warga tampak antusias — sebagian membawa ember untuk menampung udang, sementara lainnya menangkap dengan tangan kosong sambil bersorak kegirangan.

“Ini fenomena, guys. Banyak muncul anak udang di jembatan Tarailu,” ujar Akbar dalam rekaman yang kini ditonton ribuan kali di media sosial.

Hingga Senin (27/10/2025) malam, fenomena “udang naik ke darat” ini belum berhenti. Semakin banyak warga berdatangan ke lokasi, bahkan menjadikannya ajang tontonan sekaligus panen dadakan.

Namun di balik rasa penasaran dan kegembiraan, muncul juga kekhawatiran. Beberapa warganet menduga peristiwa itu merupakan tanda alam sebelum terjadinya bencana besar, seperti gempa atau tsunami.

“Hati-hati bencana tsunami,” tulis akun @kfobmsmjsj.

“Bencana akan datang sepertinya,” tambah pengguna lain @1976depotlosari.

Sementara sebagian warga lainnya justru menganggap fenomena ini rezeki tak terduga.

“Tangkap mi cepat, gaess! Baru dibikin kambeng-kambeng doang enak nih!” tulis akun @akhyar_027 dengan nada bercanda.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang atau ahli kelautan mengenai penyebab pasti fenomena unik ini. Namun sejumlah pengamat menduga, perubahan suhu air laut, kadar oksigen, atau getaran bawah laut bisa menjadi faktor yang mendorong udang-udang tersebut bermigrasi secara massal.

Fenomena alam seperti ini memang jarang terjadi, namun di beberapa daerah pesisir Nusantara, peristiwa serupa pernah muncul sebelum terjadinya perubahan cuaca ekstrem atau aktivitas tektonik laut.