GUNUNG LEWOTOBI MELETUS Dahsyat! Bandara Lumpuh Total! Langit Flores Timur Gelap Diselimuti Abu
Emanuel Rofinus Bere menegaskan:
“Warga dilarang beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah dan harus menjauhi jalur aliran lahar. Gunakan masker dan jaga pasokan air bersih dari abu.”
Selain mengancam pernapasan, hujan abu juga dapat merusak lahan pertanian, mencemari air, dan mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.
Gunung Lewotobi dikenal sebagai gunung kembar: Lewotobi Laki-laki dan Lewotobi Perempuan.
Keduanya sama-sama aktif dan telah meletus berkali-kali sepanjang sejarah.
Erupsi besar terakhir terjadi pada awal 2024, yang memaksa ribuan warga mengungsi. Kini, di penghujung 2025, aktivitasnya kembali meningkat dan menjadi perhatian nasional.
Pemerintah Kabupaten Flores Timur bersama BPBD dan PVMBG kini siaga penuh di lapangan.
Posko darurat disiapkan untuk evakuasi jika aktivitas meningkat.
“Situasi masih terkendali, tapi warga jangan lengah. Gunung masih aktif dan statusnya Siaga,” tegas petugas BPBD Flores Timur.
Warga diimbau tetap tenang, namun siaga terhadap kemungkinan letusan susulan.
Pemerintah juga meminta agar masyarakat tidak termakan hoaks dan hanya mengikuti informasi resmi dari PVMBG serta BPBD setempat.(Wartabanjar.com/Berbagai Sumber)
editor: nur muhammad