WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Media sosial diguncang isu mengejutkan: PHK massal melanda pabrik rokok raksasa PT Gudang Garam Tbk di Tuban, Jawa Timur. Potongan video yang menampilkan momen perpisahan karyawan viral dan memicu keprihatinan publik. Dalam rekaman tersebut, tampak puluhan pekerja saling berjabat tangan dengan wajah sendu. Suasana penuh haru itu seolah menggambarkan beratnya beban hidup para karyawan yang harus kehilangan pekerjaan. BACA JUGA:RESMI DIBUKA! MTC Reborn The Trail Adventure 2025 Suguhkan Rintangan Ekstrem & Pesona Alam Ungkapan duka membanjiri media sosial. “Sedih melihat PHK massal pegawai PT Gudang Garam. Dunia kerja sedang tidak baik-baik saja,” tulis akun @yusufmuhammad, Sabtu (6/9/2025). Ia menekankan bahwa PHK bukan hanya soal hilangnya pekerjaan, tetapi juga menyangkut nasib keluarga, anak, dan pasangan yang ditinggalkan tanpa penghasilan. “Semoga ada solusi terbaik dari pemerintah. 19 juta lapangan kerja, apa kabar?” tambahnya. Komentar lain menyoroti kondisi ekonomi nasional yang dianggap kian terpuruk. “Nggak kebayang perusahaan sebesar Gudang Garam bisa lakukan PHK, padahal penjualan rokok selalu tinggi,” tulis akun @dahaalaeka. Fenomena ini menambah panjang daftar gelombang PHK massal yang belakangan menghantam berbagai sektor industri di Indonesia. Publik pun mendesak pemerintah segera turun tangan menjaga stabilitas lapangan kerja. Kinerja Gudang Garam Anjlok Meski dikenal sebagai salah satu produsen rokok terbesar di tanah air, laba Gudang Garam jeblok tajam pada semester I 2025. Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI): Laba bersih hanya Rp117,16 miliar, anjlok 87,34% dari Rp925,5 miliar pada semester I 2024. Pendapatan turun jadi Rp44,36 triliun, merosot 11,4% dibanding tahun lalu Rp50,01 triliun. Laba kotor tergerus ke Rp3,7 triliun dari sebelumnya Rp5,06 triliun. Laba usaha juga ambles ke Rp513,7 miliar dari Rp1,61 triliun tahun lalu. Selain itu, pendapatan lain turun menjadi Rp148,7 miliar dari Rp171,76 miliar, ditambah rugi kurs Rp1,7 miliar yang makin memperparah kondisi keuangan perseroan. Hingga berita ini diturunkan, manajemen Gudang Garam belum memberikan pernyataan resmi terkait kabar PHK massal maupun langkah yang akan ditempuh perusahaan. Publik kini menanti kepastian: apakah isu PHK massal ini benar terjadi sebagai dampak jebloknya kinerja keuangan, atau hanya rumor yang mencuat di tengah tekanan industri.(Wartabanjar.com/berbagai sumber) editor: nur muhammad