WARTABANJAR.COM, PAKISTAN BARAT – Banjir bandang yang muncul tiba-tiba akibat hujan pra-musim monsun menghantam wilayah barat laut Pakistan, terutama di sepanjang Sungai Swat, telah menewaskan minimal 18 orang dalam 24 jam terakhir, termasuk wisatawan yang tengah piknik dekat sungai . Kronologi Tragedi Sekitar pagi hari, sebuah keluarga yang terdiri dari 16 orang — tujuh di antaranya kini terkonfirmasi tewas — tengah bersantai saat tiba-tiba debit air sungai melonjak dan menerjang tanpa peringatan . Anak-anak sempat bermain di pinggir sungai untuk berfoto, ketika treknya berubah menjadi arus ganas, menyeret mereka dan anggota keluarga yang berupaya menyelamatkan. BACA JUGA:Kota Tarakan Gempar! Selebgram Daniel Costa Dituntut Hukuman Mati dalam Kasus 74 kg Sabu Petugas penyelamat—sebanyak hampir 100 orang—berhasil mengevakuasi 58 wisatawan, namun puluhan lainnya masih belum ditemukan hingga saat ini. Reaksi Dunia Perdana Menteri Shehbaz Sharif menyampaikan duka cita dan memerintahkan peningkatan keamanan di tepi sungai, memperkuat pengawasan dan sistem peringatan dini. Operasi penyelamatan terus dilakukan, namun tantangan datang dari derasnya arus dan buruknya kondisi cuaca . Dampak Tambahan Di provinsi Punjab dan Sindh, 10 orang tewas akibat hujan ekstrem dalam kurun waktu yang sama. Badan Meteorologi Pakistan memperingatkan puncak musim hujan akan berlangsung hingga September, meski intensitas curah hujan tahun ini diprediksi lebih rendah dibanding 2022 lalu, ketika bencana serupa menewaskan 1.739 orang. Imbauan Publik Korban: Sedikitnya 18 orang tewas akibat banjir bandang—termasuk tujuh dari satu keluarga—54 orang lainnya belum ditemukan. Penyelamatan: Tim gabungan sudah menyelamatkan 58 orang namun ancaman arus masih tinggi. Imbauan: Warga dihimbau menjauhi area sungai saat musim hujan, mematuhi peringatan resmi, dan meningkatkan kesiapsiagaan.(Wartabanjar.com/aljazeera.com/net2netnews.reborn/whec.com/berbagai sumber) editor: nur muhammad