Edukasi Generasi Muda, Ketua TP PKK Tanah Laut Dorong Mahasiswa Politala Bijak di Dunia Digital
WARTABANJAR.COM, PELAIHARI - Generasi muda diimbau untuk meningkatkan kualitas diri, membentengi rekam jejak digital, serta berani melawan tindakan kekerasan, Pelaihari, Rabu (19/8/2026).
Imbauan tersebut disampaikan oleh Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Tanah Laut (Tala), Hj Dian Rahmat Trianto.
Ia hadir sebagai narasumber dalam Seminar Perlindungan Perempuan dan Anak serta Personal Branding Positif bertema "Membangun Generasi Muda Cerdas, Berintegritas, Bebas Kekerasan di Era Digital" yang digelar di Aula Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala).
Dalam pemaparannya, Dian menyoroti besarnya tantangan yang dihadapi kalangan mahasiswa di era digital yang penuh dengan dinamika perubahan pesat (volatility, uncertainty, complexity, ambiguity atau VUCA).
Untuk menjawab tantangan tersebut, penguasaan keterampilan teknis (hard skill) maupun keterampilan interpersonal (soft skill) menjadi kunci utama saat melangkah ke dunia kerja.
"Ketika kita fokus dengan apa yang kita cita-citakan, kemudian disiplin melaksanakan setiap tahapannya, itu tidak akan mengkhianati hasil," ujarnya.
Baca Juga Kebakaran Lahan Tambak Buluh Banjarbaru Hanguskan Gudang Warga
Baca Juga Empat Keluarga di Mataraman Banjar Mengungsi, Pemadam Kebakaran Kesulitan Air
Ia menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan berorganisasi guna membentuk portofolio positif.
Menurutnya, pencapaian akademis perlu diimbangi dengan karakter yang kuat, etika, pengalaman, serta rekam jejak yang baik demi memuluskan masa depan.
Selain aspek pengembangan diri, Dian juga menaruh perhatian serius pada isu kekerasan seksual, cyberbullying, penipuan di dunia maya, hingga potensi penyalahgunaan foto maupun data pribadi.
Ia mengingatkan mahasiswa untuk memahami batas hak pribadi serta berani bertindak jika mengalami perlakuan yang melanggar kenyamanan.
"Tubuh kita adalah milik kita. Tidak ada toleransi untuk kekerasan dan pelecehan. Kalau terjadi, jangan takut untuk speak up dan melapor." tegasnya.
Prinsip think before posting dan saring sebelum sharing juga digelorakan untuk mencegah dampak buruk jejak digital terhadap reputasi maupun karier di kemudian hari.