Kedua, dukungan fasilitas
Dalam hal ini, para orang tua bisa memberikan fasilitas menarik yang mendukung kegiatan ibadahnya di bulan Ramadhan.
Seperti contoh: Menyediakan worksheet seputar pengetahuan Ramadhan dengan tampilan yang menarik sesuai kartun atau kegemaran anak.
Memberikan tabel menarik jadwal puasa dan shalat di bulan Ramadhan yang akan ditempel bintang setiap anak selesai melaksanakan. Menerapkan sistem reward bagi pencapaian yang telah dilalui sang anak.
Dengan itu, anak akan berusaha untuk bertanggung jawab atas tantangan yang dihadapinya.
Ketiga, keteladanan
Orang tua, pendidik maupun lingkungan sekitar perlu untuk bahu membahu memberikan contoh yang baik bagi anak.
Karena anak akan menyerap informasi dari orang-orang sekitarnya, yang akan berdampak pada masa pertumbuhannya.
Dalam hal ini, orang tua juga bisa memberikan pengetahuan historis Islam mengenai kehebatan Rasulullah SAW maupun para tokoh Muslim, agar menjadikannya role modelnya dalam menjalankan kewajiban sesuai syariat Islam. Keempat, latihan atau pembiasaan.
Pembiasaan memerlukan konsistensi dari lingkungan sekitar terutama orang tua.
Mengulang kembali pengetahuan dan rutinitas ibadah yang telah dikenalkan akan berpengaruh pada self-esteem anak.
Pengulangan tersebut akan terpatri dalam memori dan alam bawah sadarnya.
Kemudian berkontribusi dalam pembentukan karakternya. Penting juga untuk melibatkan anak dalam aktivitas menyenangkan yang berkenaan dengan keagamaan dan kemanusiaan.







