Tips Menyemangati Anak Menjalankan Ibadah di Bulan Ramadan

Berbanding lurus juga dengan itu, Rasulullah SAW mencerminkan tindak laku yang penuh kasih sayang terhadap anak kecil: “Muliakanlah anak-anak kalian dan ajarilah mereka tata krama.” (Dikutip dari As-Sindi, Hasyiah As-Sindi ‘ala Ibni Majah, [Beirut, Darul Jail, t.t.], Juz II, halaman 391).

Imam al-Ghazali dalam kitab beliau Ihya’ Ulumuddin mengibaratkan seorang anak seperti kertas putih tanpa coretan.

Dengan itu, beliau menegaskan pentingnya peran orang tua dalam menorehkan hal baik dalam kertas bersih tersebut: “Ketahuilah cara mendidik anak termasuk masalah yang paling penting dan paling urgen. Anak merupakan amanah bagi kedua orang tuanya. Hati mereka suci, mutiara berharga, bersih dari segala ‘ukiran’ dan rupa. Hati anak-anak menerima setiap ‘ukiran’ dan cenderung pada ajaran yang diberikan kepada mereka”.

Tips Menanamkan Semangat Ibadah bagi Anak

Mendidik spiritualitas anak terutama dalam hal menjalankan ibadah memang bukan suatu hal yang sulit dan bukan pula perkara mudah.

Berikut beberapa kiat yang dapat menjadi rekomendasi orang tua maupun pendidik dalam membangkitkan semangat ibadah pada anak, terutama dalam momentum bulan Ramadhan:

Pertama, dukungan emosional
Afirmasi positif dari para orang tua, pendidik di sekolah maupun lingkungan sekitar anak akan berpengaruh secara langsung pada psikologis anak.

Hal ini akan memupuk semangat dan rasa percaya diri anak dalam menjalankan rangkaian kegiatan dan ibadahnya terutama dalam konteks bulan Ramadhan.