Awasi Anak Agar Tidak Sembarang Ikuti Tren Viral Freestyle Handstand
WARTABANJAR.COM - Beberapa anak terlihat sedang melakukan gerakan seperti sujud. Sempat mengira mereka sedang menjalankan sholat, namun gerakan selanjutnya malah mengejutlkan.
Berbarengan, mereka melempatkan kaki mereka ke atas, dan berusaha berdiri secara terbalik dengan kepala di Bawah.
Meski beberapa dari mereka gagal melakukannya secara sempurna dan terjatuh, namun kegembiraan terlihat dari wajah masing-masing anak karena 'berhasil' melakukan freestyle handstand.
Ya, belakangan ini freestyle handstand kembali tren di kalangan anak-anak. Tren ini harus jadi perhatian karena telah merenggut korban seorang siswa SD di Lombok Timur.
Baca Juga: Guru BK Potong Paksa Rambut Siswi SMKN 2 Garut Jawa Barat
Gerakan handstand sebenarnya sempat viral pada tahun 2021. Hanya saja, pada tahun tersebut gerakan handstand dilakukan anak saat sujud ketika salat.
Tren ini muncul Kembali akibat ada salah satu gerakan dalam gim online. Di media sosial terutama Tiktok, jika kita memasukan keyword freestyle maka akan muncul banyak video yang menunjukkan anak-anak melakukan gerakan handstand.
Psikolog anak dari Kancil, Evryanti Putri, mengatakan konten viral tidak selamanya positif, bahkan tidak sedikit yang kerap membahayakan keselamatan anak.
Mengikuti tren di media sosial membuat anak merasa mendapat pengakuan dari teman-temannya. Ironisnya dalam beberap konten orang tua cenderung membiarkan hal tersebut.
"Di usia yang masih dini itu, mereka mungkin belum berpikir panjang akhirnya jadi impulsif ikut-ikutan," ujar Putri, Kamis (7/5/2026).
Ia meminta orang tua untuk memberikan pendampingan kepada anak, untuk memahami risiko melakukan sesuatu dengan penjelasan yang nyata.
Jika konten viral memang memiliki lebih banyak risikonya, orang tua bisa meminta anak untuk tidak melakukannya.
"Jadi memang ini tuh mungkin trendnya upload terus nanti jadi trend, terus dapat validasi karena mungkin likes dan viewsnya itu banyak gitu ya," jelasnya.