Terkait konten Freestyle Handstand, Putri menilai, tren tersebut bisa memberikan dampak positif ketika diarahkan melalui pendampingan profesional, agar aktivitas anak dapat terwadahi.

"Karena memang beberapa bakat atau minat anak kita kan sebenarnya bisa juga menjadi sebuah prestasi untuk mereka," ucapnya.

Meski begitu, ia juga mengingatkan dampak negatif dari tren tersebut. Tanpa ada pelatih dan pengamanan, risiko kecelakaan fisik bahkan kematian bisa terjadi pada anak.

"Memilih-milih mana yang perlu dilakukan, dan orang tua juga bisa menjelaskan ke anak risikonya apa sih bahayanya tren tersebut," katanya. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)