Cara Cegah Penyebaran Hantavirus Menurut Epidemolog, Kenali Juga Gejalanya

WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Kasus Hantavirus belakangan ini menjadi sorotan publik.

Karenanya, banyak orang mulai mencari tahu bagaimana cara mencegah penularannya.

Epidemiolog dari Griffith University, Dr. Dicky Budiman, PhD buka suara.

Mengutip berbagai sumber, Jumat (8/5/2026), ia mengatakan bahwa langkah pencegahan hantavirus sebenarnya dapat dimulai dari lingkungan rumah sehari-hari.

Reservoir utama hantavirus adalah hewan pengerat, terutama tikus liar.

Virus ini dapat menular ke manusia ketika seseorang menghirup partikel udara yang terkontaminasi urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi.

Karena itu, menjaga kebersihan lingkungan dan mengendalikan populasi tikus menjadi langkah paling penting untuk mengurangi risiko penularannya.

“Yang utama adalah memastikan lingkungan rumah tidak menjadi tempat berkembangnya tikus,” ujarnya.

BACA JUGA: Wabah Hantavirus Sedang Menyebar, WHO Tegaskan Bukan Pandemi Baru

BACA JUGA: Kemenkes Laporkan 23 Kasus Terkonfirmasi Hantavirus

Cara Mencegah Hantavirus

Dr. Dicky menyarankan masyarakat melakukan beberapa hal, terutama sekali adalah membersihkan rumah.

Berikut ini sarannya agar penyebaran hantavirus bisa dicegah:

  1. Rutin membersihkan area rumah yang lembap atau jarang digunakan, seperti gudang, loteng, dapur, maupun sudut penyimpanan barang.
  2. Sisa makanan juga sebaiknya tidak dibiarkan terbuka karena dapat mengundang tikus masuk ke rumah.
  3. Lubang atau celah kecil di rumah yang berpotensi menjadi jalan masuk tikus perlu ditutup untuk mencegah hewan pengerat bersarang di lingkungan tempat tinggal.
  4. Gunakan pelindung saat membersihkan area kotor. Penularan hantavirus paling sering terjadi melalui partikel udara dari kotoran tikus yang mengering lalu terhirup manusia. Karena itu, masyarakat disarankan menggunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan gudang, tempat penyimpanan, atau area yang diduga terkontaminasi kotoran tikus.
  5. Jangan langsung menyapu kotoran tikus dalam kondisi kering karena dapat membuat partikelnya beterbangan di udara.
  6. Kalau membersihkan area yang kotor, gunakan pelindung dan hindari kontak langsung dengan kotoran tikus.

Waspada Saat Musim Hujan dan Banjir

Menurut Dr. Dicky, risiko paparan tikus juga dapat meningkat saat musim hujan dan banjir karena hewan pengerat lebih mudah masuk ke permukiman.

Masyarakat dianjurkan menghindari kontak langsung dengan air kotor atau genangan yang berpotensi tercemar urine tikus.