- Rutin membersihkan area rumah yang lembap atau jarang digunakan, seperti gudang, loteng, dapur, maupun sudut penyimpanan barang.
- Sisa makanan juga sebaiknya tidak dibiarkan terbuka karena dapat mengundang tikus masuk ke rumah.
- Lubang atau celah kecil di rumah yang berpotensi menjadi jalan masuk tikus perlu ditutup untuk mencegah hewan pengerat bersarang di lingkungan tempat tinggal.
- Gunakan pelindung saat membersihkan area kotor. Penularan hantavirus paling sering terjadi melalui partikel udara dari kotoran tikus yang mengering lalu terhirup manusia. Karena itu, masyarakat disarankan menggunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan gudang, tempat penyimpanan, atau area yang diduga terkontaminasi kotoran tikus.
- Jangan langsung menyapu kotoran tikus dalam kondisi kering karena dapat membuat partikelnya beterbangan di udara.
- Kalau membersihkan area yang kotor, gunakan pelindung dan hindari kontak langsung dengan kotoran tikus.
Waspada Saat Musim Hujan dan Banjir
Menurut Dr. Dicky, risiko paparan tikus juga dapat meningkat saat musim hujan dan banjir karena hewan pengerat lebih mudah masuk ke permukiman.
Masyarakat dianjurkan menghindari kontak langsung dengan air kotor atau genangan yang berpotensi tercemar urine tikus.
Penggunaan alas kaki dan pelindung juga penting saat membersihkan area terdampak banjir.
Gejala Hantavirus
Pada umumnya gejalanya menyerupai flu, seperti:
- Demam
- Nyeri otot
- Lemas
- Mual
- Sakit kepala
- Sesak napas berat (bisa terjadi pada sebagian kasus) akibat paru-paru terisi cairan
Karena itu, seseorang yang mengalami gejala tersebut setelah terpapar lingkungan dengan sanitasi buruk atau banyak tikus disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Dr. Dicky menekankan bahwa masyarakat tidak perlu panik berlebihan, tetapi tetap perlu waspada dan mencari informasi dari sumber yang kredibel.
“Waspada tetap penting, tetapi harus rasional. Fokus utamanya adalah menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan sehari-hari,” ujarnya. (wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Yayu







