WARTABANJAR.COM - Ada doa-doa tertentu yang diajarkan langsung dalam Al-Qur’an maupun hadis Nabi Muhammad SAW, yang dikenal sebagai doa mustajab.

Doa-doa ini bisa diamalkan sehari-hari sebagai amalan sunnah bagi umat muslim.

Berikut 7 doa mustajab yang bisa diamalkan setiap hari:

1. Doa Mohon Kebaikan Dunia dan Akhirat

Doa ini merupakan salah satu doa paling mustajab dan seringkali kita amalkan. Terdapat dalam Al-Qur’an, tepatnya pada surah Al-Baqarah ayat 201.

 رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ…
Rabbana atina fid-dunya hasanah wa fil-akhirati hasanah wa qina 'adzaban-nar.

Baca Juga 6 Amalan Sunnah di Hari Jumat, untuk Raih Keberkahan

Baca Juga 3 Bacaan Doa Saat Bertemu Jemaah Haji dari Tanah Suci

Artinya:
 "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari siksa neraka."

2. Doa Agar Tetap Teguh dalam Iman

Dalam QS. Ali 'Imran Ayat 8, terdapat doa untuk memohon agar hati kita tetap berada di jalan yang benar setelah mendapatkan petunjuk.

 رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةًۚ اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ

Rabbana la tuzigh qulubana ba’da idz hadaytana wa hab lana min ladunka rahmah innaka antal-wahhab.

Artinya:
 "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau memberi petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah rahmat dari sisi-Mu. Sungguh, Engkaulah Maha Pemberi."

3. Doa Mohon Husnul Khatimah

Doa ini merupakan Ayat 193 QS. Ali ‘Imran yang harus senantiasa kita panjatkan agar kita diwafatkan dalam keadaan baik dan bersama orang-orang saleh.

رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّاٰتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْاَبْرَارِۚ
Rabbanâ faghfir lanâ dzunûbanâ wa kaffir ‘annâ sayyi'âtinâ wa tawaffanâ ma‘al-abrâr.

Artinya:
 "Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami, hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami bersama orang-orang yang berbuat baik."

4. Doa Mohon Perlindungan dari Permintaan yang Tidak Bermanfaat

Ayat 47 dalam QS. Hud ini bisa menjadi pegangan kita untuk memohon perlindungan dari permintaan yang tidak bermanfaat.

رَبِّ اِنِّيْٓ اَعُوْذُ بِكَ اَنْ اَسْـَٔلَكَ مَا لَيْسَ لِيْ بِهٖ عِلْمٌۗ وَاِلَّا تَغْفِرْ لِيْ وَتَرْحَمْنِيْٓ اَكُنْ مِّنَ الْخٰسِرِيْنَ

Rabbi innî a‘ûdzu bika an as'alaka mâ laisa lî bihî ‘ilm, wa illâ taghfir lî wa tar-ḫamnî akum minal-khâsirîn