7 Amalan Spesial di Bulan Ramadan untuk Pahala Berlipat

Artinya, “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dengan rezeki-Mu aku berbuka, kepada-Mu aku bertawakal. Telah hilang dahagaku, telah basah tenggorokanku, dan pahala pun telah tetap, jika Allah menghendaki. Wahai Dzat yang Maha Luas karunia-Nya, ampunilah aku. Segala puji bagi Allah yang telah memberi petunjuk kepadaku sehingga aku berpuasa, dan memberi rezeki kepadaku sehingga aku berbuka.”

Atau doa yang lebih masyhur berikut: اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِك آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Artinya, “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dengan rezeki-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu, waahi Tuhan yang Maha Pengasih di antara semua pengasih.”

4. Menjaga Lisan
Berpuasa memang sah selama kita sudah niat saat malam hari dan menahan diri dari makan dan minum dari waktu terbit fajar hingga maghrib tiba.

Akan tetapi untuk mempertahankan pahala puasa tersebut, tidak cukup dengan dua hal itu.

Salah satu upaya untuk menjaga agar pahala puasa tetap utuh adalah dengan menjaga lisan dari ucapan buruk.
Nabi saw pernah bersabda: “Barangsiapa yang tidak meninggalkan kata-kata dusta dan melakukannya, maka Allah tidak butuh jika ia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR Al-Bukhari).

5. Menjaga Etika Berpuasa
Ibadah yang sempurna adalah ibadah yang dilaksanakan dengan menjaga etika atau adab-adabnya.

Begitu pula dalam berpuasa, kita dianjurkan untuk memperhatikan etika berpuasa, seperti tidak menghabiskan waktu siang hanya untuk tidur, tidak makan berlebihan saat berbuka, serta menghindari aktivitas yang tidak bernilai ibadah.