WARTABANJAR.COM - Produsen ponsel pintar Xiaomi melansir akan memperkenalkan tampilan antarmuka HyperOS 4 pada Agustus 2026 mendatang.

Menurut sejumlah sumber industri di China, peluncuran HyperOS 4 ini digadang-gadang akan berbarengan dengan kehadiran Xiaomi 18 series atau ponsel lipat Mix Fold 5.

Apabila mengikuti pola peluncuran HyperOS 3 tahun lalu, HyperOS 4 ini kemungkinan akan lebih dulu dirilis di China.

Sementara versi globalnya baru menyusul pada Oktober 2026. HyperOS 4 sendiri disebut-sebut akan membawa pembaruan terbesar Xiaomi dalam beberapa tahun terakhir.

Antarmuka ini diklaim dibangun ulang sehingga mampu menghadirkan pengalaman yang lebih mulus, sekaligus menjaga performa ponsel tetap stabil dalam jangka panjang.

Berdasarkan hasil pengujian internal, HyperOS 4 tercatat mampu meningkatkan kelancaran sistem mencapai 40 persen.

Tampilan antarmuka ini juga disebut dapat mempertahankan 35 persen lebih banyak aplikasi yang berjalan di latar belakang.

Penggunaan memori saat perangkat dalam kondisi idle, konon akan berkurang sekitar 25 sampai 30 persen.

Sebagaimana dihimpun Gizchina, Xiaomi juga menyebut penurunan performa perangkat setelah digunakan selama satu tahun hanya sekitar 5 persen.

Baca Juga: Startup AI China DeepSeek Telah Garap Chip Sendiri, Ancam Dominasi Nvidia

Baca Juga: Google Mulai Menutup Akses Android, Pengembang Custom ROM Merasa Khawatir

Selain peningkatan performa, HyperOS 4 juga dikabarkan akan membawa sejumlah fitur baru untuk mendukung produktivitas si pengguna.

Salah satunya adalah peningkatan konektivitas antarperangkat dalam ekosistem Xiaomi.

HyperOS 4 disebut mampu meningkatkan kecepatan transfer file antarperangkat Xiaomi hingga 300 persen.

Pembaruan ini konon bakal menghadirkan fitur app continuity. yang memungkinkan pengguna melanjutkan pekerjaan dari ponsel ke tablet atau PC, tanpa kehilangan progress aplikasi.

Di sektor kecerdasan buatan (AI), Xiaomi menyematkan paket fitur AI offline, yaitu Mimo dan Miclaw. Kedua fitur ini akan berjalan langsung di perangkat tanpa bergantung pada layanan cloud.

Fitur Mimo disebut dapat digunakan untuk merangkum dokumen dan menerjemahkan berbagai bahasa, sedangkan Miclaw ditujukan untuk menjalankan tugas-tugas berbasis agen AI.

Karena seluruh prosesnya dilakukan langsung di perangkat, data pengguna dijamin tidak dikirim ke layanan cloud.