Nyasar di Gunung Akibat Andalkan AI Membuat Rencana Pendakian
WARTABANJAR.COM - Mengandalkan chatbot kecerdasan buatan (AI) untuk membantu merencanakan pendakian, tiga pendaki pemula asal Roseville, California, Amerika Serikat, harus dievakuasi setelah ditemukan tersesat di Gunung Shasta, awal September 2026 lalu.
Mereka bertanya pada AI mengenai persiapan pendakian, namun AI memberikan jawaban yang tidak tepat.
Menurut Kantor Sheriff Siskiyou County, AI yang digunakan memberikan saran kepada ketiga pendaki tersebut, termasuk soal persiapan makanan dan air.
Namun, jumlah yang disarankan chatbot AI itu disebut jauh lebih sedikit dibandingkan kebutuhan mereka selama pendakian.
Ketiga pendaki awalnya diberi informasi bahwa waktu tempuh pendakian "hanya" akan menghabiskan waktu selama 6 jam.
Mereka kemudian mulai bergerak menuju puncak Gunung Shasta sekitar pukul 03.00 pagi.
Namun, pendakian menuju puncak kemudian berlangsung lebih lama dari perkiraan. Para pendaki biasanya disarankan untuk berbalik arah, apabila belum mencapai puncak pada tengah hari.
Akan tetapi ketiganya tetap melanjutkan perjalanan, hingga akhirnya tiba di puncak sekitar pukul 19.00.
Masalah muncul ketika mereka mulai turun gunung dalam kondisi gelap. Ketiga pendaki tersebut kehilangan jalur, dan justru masuk ke jalur yang salah.
Baca Juga: Vivo X500 Pro dan Pro Max Bawa Kamera Tele 200 MP, Bakal Masuk Indonesia
Baca Juga: AI Gemini Malah Membobol 3 Perusahaan Akibat Salah Sangka Perintah
Situasi semakin sulit setelah salah satu pendaki mengalami cedera lutut. Mereka kemudian terpaksa bermalam di sebuah saluran air yang curam.
Tim penyelamat akhirnya menemukan dan mengevakuasi ketiganya pada keesokan harinya.
Kantor Sheriff Siskiyou County kemudian mengingatkan, masyarakat agar tidak hanya mengandalkan AI ketika merencanakan perjalanan, khususnya pendakian.
Para pendaki disarankan membawa beberapa metode navigasi, termasuk perangkat atau peta yang tetap dapat digunakan ketika tidak tersedia koneksi internet.
Mereka juga disarankan menghubungi pos penjaga hutan atau ranger station setempat milik US Forest Service, sebelum memulai pendakian.