WARTABANJAR.COM - Kecerdasan buatan milik Google, Gemini, pernah secara tidak sengaja meretas (hack) sistem milik tiga perusahaan saat pengujian keamanan siber. 

Berdasarkan laporan WallStreetJournal (WSJ), salah satu penyebab Gemini menyerang perusahaan-perusahaan ini adalah akibat "salah sangka". 

AI Gemini menganggap perusahaan tersebut adalah fiktif, dan merupakan untuk uji coba simulasi saja. 

Padahal, sistem yang menjadi target sebenarnya merupakan perusahaan nyata, karena perusahaan fiktif untuk simulasi tersebut memiliki nama yang sama dengan perusahaan sungguhan.

Akibatnya, Gemini pun salah target. Menurut laporan, insiden tersebut terjadi pada Mei 2026 lalu. 

Pada awalnya, sebagaimana dirangkum Kompas.com dari WSJ, pengujian itu dirancang untuk menguji kemampuan Gemini, dalam menyelesaikan tantangan keamanan siber.

AI tersebut juga seharusnya hanya mengakses lingkungan simulasi, dan tidak memiliki akses ke internet. 

Namun, saat terhubung ke internet, Gemini kemudian menemukan informasi publik dan kredensial yang dapat digunakan untuk mengakses sistem di luar lingkungan pengujian. 

Baca Juga: Di China Ada Sekolah Robot, 100 Humanoid Dilatih Ambil Botol hingga Melipat Pakaian

Baca Juga: Berapa Harga iPhone 18 Pro Max dan iPhone Duo di Indonesia? Siapkan Rp 30-50 Juta

Dalam salah satu kasus, Gemini disebut berulang kali mencoba menebak kata sandi hingga dapat masuk ke sistem yang dilindungi. 

Di dua kasus lainnya, Gemini menemukan kredensial yang tersimpan di repositori publik, dan menggunakannya untuk mengakses sistem perusahaan.

Google mengatakan, Gemini langsung menghentikan aksinya setelah menyadari bahwa sistem yang diakses merupakan milik perusahaan nyata. 

Wakil Presiden Google untuk bidang Security Engineering, Heather Adkins, mengatakan pihaknya telah memberi tahu ketiga perusahaan yang terdampak. 

Google juga bekerja sama dengan Irregular untuk memperbaiki proses pengujian, agar kejadian serupa tidak terulang. 

Irregular adalah perusahaan/lab keamanan siber yang fokus menguji keamanan dan kemampuan model AI, khususnya AI generatif yang semakin mampu menjalankan tugas secara mandiri.