WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Tim gabungan bergerak cepat memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menerjang 12 titik di wilayah Kabupaten Tanah Laut, Sabtu (19/09/2026).

Rentetan peristiwa karhutla tersebut tersebar di beberapa kecamatan, yakni Bati-Bati, Kintap, Tambang Ulang, Jorong, Panyipatan, Takisung, Pelaihari, Batu Ampar, dan Kurau. 

Sebagian besar area yang terbakar merupakan semak belukar dan lahan perkebunan warga, dengan luas bervariasi hingga empat hektare.

Lokasi kebakaran yang berdekatan dengan area pemukiman, fasilitas pendidikan, dan kandang ternak, sempat memicu kepanikan warga akibat pekatnya polusi kabut asap.

Penanganan kebakaran dilakukan secara terpadu, dengan mengerahkan armada pos sektor.

Langkah ini melibatkan personel Damkar Tanah Laut, BPBD, TNI, Polri, Barisan Pemadam Kebakaran (BPK/Redkar), pihak perusahaan, serta masyarakat setempat.

Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tanah Laut, Danoe Sulaiman, mengoordinasikan langsung pengerahan personel di lapangan.

Baca Juga: Personel Satpol PP-Damkar Tanah Laut Minta Pemuda Matikan Puntung Rokok Saat Patroli Karhutla

Baca Juga: Jemaah Padati Padang Luas Berselawat di Masjid Raudhatul Ridwan, Pemkab Tanah Laut Bangun SDM Berakhlak

"Personel di lapangan bergerak cepat menangani setiap titik api yang muncul, agar tidak meluas ke pemukiman warga mau pun fasilitas umum. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan secara sembarangan selama musim kemarau ini demi keselamatan bersama," ujar Danoe Sulaiman.

Seluruh titik api berhasil dikuasai dan dipadamkan sepenuhnya oleh petugas. Tidak ada korban jiwa maupun kerusakan bangunan rumah warga, dalam rentetan insiden kebakaran tersebut. (Wartabanjar.com)