WARTABANJAR.COM – Ramadan merupakan bulan yang sangat istimewa bagi umat Muslim karena penuh dengan keberkahan dan ampunan.
Salah satu keutamaannya adalah pahala ibadah yang dilipatgandakan dibandingkan bulan lainnya.
Setiap amal kebaikan yang dilakukan, seperti membaca Al-Qur’an, i’tikaf, dan sedekah, mendapatkan balasan lebih besar dari Allah swt.
Rasulullah saw pernah bersabda: “Sesungguhnya umatku tidak akan celaka selama mereka menjaga bulan Ramadhan.” Seseorang bertanya, “Wahai Rasulullah, apa yang dimaksud dengan celaka dalam menyia-nyiakan bulan Ramadhan?” Beliau menjawab, “Yaitu melanggar larangan Allah di dalamnya, seperti berzina atau meminum khamr. Baca Juga Kultum Ramadhan: Rahasia Rasulullah dalam Menjalani Ramadhan “Barang siapa melakukannya, ia akan dilaknat oleh Allah dan para penghuni langit hingga setahun penuh. Jika ia meninggal sebelum sempat bertemu Ramadhan berikutnya, maka ia tidak memiliki kebaikan di sisi Allah yang dapat melindunginya dari neraka. Maka, jagalah bulan Ramadhan, karena di dalamnya pahala kebaikan dilipatgandakan lebih dari bulan lain, begitu pula dosa-dosa.” (HR At-Thabarani).
Hadits ini secara tegas menyampaikan bahwa pahala amal ibadah selama bulan Ramadhan akan dilipatgandakan, demikian juga berlaku bagi balasan dosa yang kita perbuat.
Apa saja ibadah yang bisa kita amalkan selama Ramadhan? Berikut adalah di antaranya dikutip dari NU Online:
1. Makan Sahur
Selain sebagai sumber energi untuk berpuasa di siang hari selama bulan Ramadhan, sahur juga merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan. Waktu terbaik untuk sahur adalah di akhir malam, asalkan tidak memasuki waktu yang meragukan, yaitu antara masih malam atau sudah terbit fajar.
Dengan melaksanakan sahur, seorang Muslim tidak hanya mendapatkan kekuatan fisik untuk menjalani puasa, tetapi juga memperoleh keberkahan sebagaimana dianjurkan dalam ajaran Islam. Rasulullah bersabda: “Umatku senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka.” (HR Ahmad).
2. Berbuka Puasa dengan Kurma
Salah satu anjuran saat berbuka puasa adalah mengawalinya dengan makan buah kurma sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad.
Dalam tinjauan medis, kurma mengandung gula alami yang cepat mengembalikan energi setelah seharian berpuasa.
Jika tidak tersedia, alternatif lain yang dianjurkan adalah berbuka dengan air. Salah satu manfaat air sendiri adalah dapat menghidrasi tubuh dengan baik sebelum melanjutkan makan makanan yang lebih berat.
Nabi saw bersabda: “Jika salah seorang dari kaliah hendak berbuka, maka berbukalah dengan kurma sebab kurma itu berkah. Jika tidak ada, maka dengan air karena air itu bersih.” (HR At-Tirmidzi).
3. Membaca Doa saat Berbuka
Makanan yang kita santap saat berbuka puasa merupakan nikmat dari Allah swt yang luar biasa dan penuh dengan keberkahan.
Karena itu, berdoa pada momen ini menjadi anjuran tersendiri bahkan redaksi doanya tidak seperti doa makan pada umumnya.
Berikut adalah bacaan doa yang dianjurkan khusus saat menjelang berbuka: اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِك آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلَتُ. ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ. يَا وَاسِعَ الْفَضْلِ اِغْفِرْ لِي. اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي هَدَانِي فَصُمْتُ وَرَزَقَنِي فَأَفْطَرْتُ
Artinya, “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dengan rezeki-Mu aku berbuka, kepada-Mu aku bertawakal. Telah hilang dahagaku, telah basah tenggorokanku, dan pahala pun telah tetap, jika Allah menghendaki. Wahai Dzat yang Maha Luas karunia-Nya, ampunilah aku. Segala puji bagi Allah yang telah memberi petunjuk kepadaku sehingga aku berpuasa, dan memberi rezeki kepadaku sehingga aku berbuka.”






