Rincian Kerugian Negara (2023)
Berdasarkan laporan Kejagung, kerugian sementara terbagi dalam lima komponen utama:
- Ekspor Minyak Mentah Dalam Negeri: sekitar Rp35 triliun
- Impor Minyak Mentah melalui DMUT/Broker: sekitar Rp2,7 triliun
- Impor BBM melalui DMUT/Broker: sekitar Rp9 triliun
- Pemberian Kompensasi: sekitar Rp126 triliun
- Pemberian Subsidi: sekitar Rp21 triliun
Kejagung juga menyoroti kemungkinan adanya kerugian tambahan akibat manipulasi kualitas BBM yang didistribusikan, di mana selisih harga akibat kualitas yang lebih rendah turut menambah total kerugian negara.
Deretan Tersangka
Dalam kasus mega korupsi ini, Kejagung telah menetapkan tujuh tersangka. Empat di antaranya merupakan petinggi di anak usaha atau subholding Pertamina, yaitu:
- Riva Siahaan (RS): Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga
- Yoki Firnandi (YF): Direktur Utama PT Pertamina International Shipping
- Sani Dinar Saifuddin (SDS): Direktur Feedstock and Product Optimization PT Kilang Pertamina Internasional
- Agus Purwono (AP): VP Feedstock Management PT Kilang Pertamina Internasional
Selain itu, tiga tersangka lainnya adalah broker yang diduga terlibat dalam skema korupsi:
- MKAR: Beneficial owner PT Navigator Khatulistiwa
- DW: Komisaris PT Navigator Khatulistiwa dan Komisaris PT Jenggala Maritim
- GRJ: Komisaris PT Jenggala Maritim dan Direktur Utama PT Orbit Terminal Merak
- Kejagung terus mendalami kasus ini dengan menggandeng para ahli keuangan guna memastikan angka kerugian negara yang sebenarnya.
“Kita ikuti perkembangannya nanti,” pungkas Harli.






