WARTABANJAR.COM, SEMARANG - Warga sekitar rumah seorang pria bernama Sutaryono atau dikenal Abu Zaid terheran-heran menyusul penangkapan terhadap pria tersebut oleh Tim Densus 88. Pria yang sehari-hari dikenal sebagai penjual buku itu, diduga terlibat dalam jaringan teroris. Abu Zaid terduga teroris itu diringkus oleh satuan Densus 88 Antiteror Mabes Polri saat sedang berada di kediamannya di Jalan Kebon Sawit Raya, Desa Kebonabatur, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, pada Senin (4/11). Baca juga:Densus 88 Tangkap Tiga Terduga Teroris di Jateng Penangkapan tersebut sontak saja membuat para tetangganya kaget. Bukan tanpa alasan, Abu Zaid dikenal sebagai orang yang acap kali mengadakan pengajian di rumahnya. Abu Zaid diakui warga sekitar jarang berkumpul di kompleks perumahan. Ia tinggal bersama istri dan cucunya dalam satu rumah. Menurut keterangan warga setempat, dia menjual buku untuk kehidupan sehari-hari. Zaid bukanlah orang asli daerah tersebut. Ia bersama dua orang keluarganya mengontrak rumah sejak Mei 2024. Jika dilihat dari kartu keluarganya (KK) Abu Zaid merupakan orang Semarang. Abu Zaid juga dikenal sebagai orang yang biasa mengadakan pengajian setiap hari Sabtu di rumahnya. Pengajian tersebut diadakan pada sore selepas ibadah Ashar hingga malam selepas ibadah Isya. Kegiatan tersebut biasanya hanya diisi ceramah oleh Abu Zaid, tanpa terdengar lantunan doa. Namun, menurut penuturan warga setempat pengajian yang biasanya dilakukan rutin setiap Sabtu tersebut belakangan dilakukan setiap hari. Biasanya, jamaah yang datang berjumlah sekitar 20 orang dan bukan merupakan warga Desa Kebonbatur. Karena diadakan setiap hari, jemaah yang datang tidak sebanyak seperti biasanya pada hari Sabtu. Penangkapan Abu Zaid sebenarnya sudah sejak Senin (4/11) pagi, tetapi polisi datang lagi ke rumah Abu Zaid untuk mengambil barang bukti. Pengambilan barang bukti didampingi oleh Ketua RT setempat, Fery Cahyadi. Baca juga:Ancaman, Teror dan Provokasi di Medsos Masuk Pasal, Densus 88 Ungkap Penangkapan 7 Orang Menurut keterangannya polisi mengambil barang bukti berupa buku-buku, alat pengajian, alat olahraga, pisau, dompet, dan identitas Abu Zaid. Tidak hanya itu, polisi juga menemukan identitas para jemaah Abu Zaid dan sebuah lambang organisasi teroris Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS).(pwk) Editor:purwoko