WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memetakan sejumlah wilayah yang menghadapi persoalan ketersediaan dan pelayanan air minum. 

Pemetaan tersebut merupakan hasil kajian identifikasi daerah rawan air.

Kepala Seksi Pembinaan Teknis Penyehatan Lingkungan Permukiman, Air Minum dan Bangunan Dinas PUPR Kalsel, Egianti Sariutami ST MT, menjelaskan kajian tersebut membagi kondisi wilayah menjadi tiga kategori, yakni rawan air minum, rawan pelayanan air minum dan tidak rawan air minum.

“Untuk kategori rawan air minum adalah kawasan yang memiliki defisit suplai air dan pelayanan air minum,” kata Egianti, Jumat (25/9/2026).

Baca juga: Hujan 20 Menit Guyur RSJ Sambang Lihum, Petugas Posko Karhutla Kalsel Langsung Pantau Lahan

Baca juga: Warga Banjarmasin Berharap Kemarau Berakhir, Hujan Guyur Sejumlah Kawasan

Berdasarkan hasil kajian, tiga kabupaten masuk kategori tersebut, yakni Hulu Sungai Selatan (HSS), Hulu Sungai Utara (HSU), dan Tanah Bumbu. 

Sementara itu, delapan kabupaten/kota masuk kategori rawan pelayanan air minum, yakni Banjarbaru, Banjar, Barito Kuala, Tanah Laut, Kotabaru, Tapin, Hulu Sungai Tengah dan Tabalong.

Pada kategori rawan pelayanan, ketersediaan air secara umum masih surplus, namun pelayanan air minum belum mampu memenuhi kebutuhan secara optimal. 

Sedangkan Banjarmasin dan Balangan masuk kategori tidak rawan karena ketersediaan air dan pelayanan air minumnya dinilai mencukupi.

Egianti menjelaskan, kerawanan air di HSS, HSU dan Tanah Bumbu dipengaruhi sejumlah faktor. 

Di antaranya cakupan pelayanan air minum yang masih rendah, kondisi akuifer yang kurang mendukung ketersediaan air tanah, pertumbuhan penduduk yang terus meningkat, serta keterbatasan kapasitas sistem pengolahan air minum.

Untuk mengatasinya, PUPR Kalsel merekomendasikan strategi suplai air dari wilayah yang memiliki sumber air baku lebih memadai. 

HSS diarahkan mendapat suplai dari Hulu Sungai Tengah, sedangkan HSU dapat memperoleh dukungan suplai air baku dari Balangan.