Khusus Tanah Bumbu, penanganan diarahkan melalui peningkatan kapasitas pelayanan air minum serta pembangunan instalasi pengolahan air perkotaan dengan memanfaatkan sumber air seperti sungai, bendungan maupun embung yang tersedia di wilayah tersebut.

Selain itu, Dinas PUPR Kalsel merekomendasikan pembangunan SPAM regional untuk HSS dan HSU. 

Untuk Tanah Bumbu, rencana pengembangan SPAM regional juga diarahkan terhubung dengan Kotabaru guna mendukung pemenuhan kebutuhan air minum di kedua wilayah.

Egianti menyebut rencana SPAM regional Tanah Bumbu-Kotabaru sudah masuk tahap persiapan. 

Pemprov Kalsel telah melakukan perencanaan dan penganggaran, dengan pembangunan ditargetkan mulai pada 2027, setelah proses kajian lingkungan dan pemenuhan sejumlah persyaratan lainnya.

Sementara untuk HSS dan HSU, masih diperlukan studi lanjutan terkait sumber air baku. 

Kajian tersebut diperlukan untuk memastikan sumber air yang dipilih mampu menopang kebutuhan air masyarakat dalam jangka panjang.

“Dengan adanya kajian ini, kami sudah memetakan daerah mana saja yang menjadi rawan air dan rekomendasi penanganannya,” ujar Egianti. (wartabanjar.com/*)