WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Hasil inspeksi mendadak (sidak) Ombudsman ke Lapas Cibinong, Bogor, Jabar, mendapat sorotan dan viral di medsos.

Dalam sidak itu, Ombudsman menyatakan mendapati 10 rumah kluster berfasilitas mewah di area Rutan Lapas Cibinong.

Diduga klaster-klaster tersebut dihuni sejumlah warga binaan dengan imbalan tertentu.

Kecurigaan itu makin mencuat, ungkap anggota Ombudsman RI, Fikri Yasin, tim Ombdusman dihalangi ketika hendak memasuki bangunan tersebut.

Meskipun dihalang-halangi, ia menyebut tim Ombudsman sempat mengambil rekaman eksterior dan interior sejumlah hunian. 

Ombudsman disebutnya juga sempat bertemu warga binaan di dalam hunian.

"Situasi kita itu enggak sesantai kami bisa mengambil gambar, kami tidak tampilkan di sini yang kami kontak fisik dengan mereka (petugas lapas), adu fisik sama mereka. Tarik-tarikan, dorong-dorongan," kata Fikri dalam konferensi pers, Kamis (24/9/2026) di Jakarta. 

"Sehingga yang kita dapatkan, gambar dan video, itu hanya beberapa saja. Ini pun di celah-celah kita menyiasati. Jadi ada yang memang tarik-tarikan, tapi ada yang menyempatkan diri merekam, karena bisa dipastikan tim kita memang sudah menghidupkan kamera semua," lanjutnya. 

Baca Juga: Keluarga Mahasiswi UMM Sujud Syukur Dengar Eks Polisi Divonis Hukuman Mati

Baca Juga: Tragedi Berdarah Antrean BBM, Petugas SPBU Terkapar Terkena Senjata Tajam Sopir Truk

Fikri mengatakan setiap klaster bangunan dihuni warga binaan dengan jumlah berbeda.

Selain hunian mewah, Ombudsman juga menemukan fasilitas berupa tempat parkir mobil, pusat kebugaran, hingga simulator golf yang sedang dibangun.

Anggota Ombudsman, Syafrida Rasahan, juga mengatakan pihaknya sempat bertemu keluarga warga binaan yang berkunjung. 

Pihak keluarga disebutnya mengakui ada pungli di Lapas Cibinong.

"Mereka menyebutkan ada pungli di sana yang harus mereka penuhi kalau mereka (menjenguk) setiap minggunya, tetapi tidak jelas itu dipungli oleh petugas atau sesama warga binaan," katanya.

Syafrida mengaku sempat menanyakan bangunan tersebut kepada petugas lapas yang berjaga. 

Petugas lapas saat itu menjawab bahwa bangunan itu adalah rumah dinas Kepala Lapas.