Hadir sebagai narasumber antara lain Rektor Al-Azhar Kairo Prof Dr Salamah Daud, Sekjen Lembaga Ulama Senior Al-Azhar dan juga Ketua Umum Organisasi Alumni Al-Azhar Internasional Prof Dr Abbas Shauman, Sekjen Lembaga Riset Islam Al-Azhar Prof. Dr. Nadhir Ayyadh, dan Penasehat Grand Syaikh Al-Azhar untuk Urusan Mahasiswa Asing Prof Dr Nahlah As-Suaidi.
Nampak hadir pula Wakil Duta Besar Dr Zaim Nasution, Atase Pendidikan dan Kebudayaan Dr. Abdul Muta’ali, Pensosbud Dr Aming, Pimpinan Pondok Modern Tazakka KH Anang Rikza Masyhadi dan Wakil Ketua Lazis ASFA KH. Anizar Masyhadi.
H Syafruddin dalam kesempatan itu mengapresiasi peran dan kontribusi Al-Azhar kepada bangsa Indonesia melalui pendidikan dan pembinaan yang berkesinambungan kepada mahasiswa Indonesia selama lebih dari dua abad.
Menurutnya, pembinaan kepada sekitar 13 ribu mahasiswa Indonesia yang saat ini sedang studi di Al-Azhar Kairo bukan hal yang mudah, butuh perhatian besar dan biaya yang besar pula.
“Apa yang sedang kami kerjakan saat ini adalah menabung untuk masa depan bangsa, dimana generasi muda kami bina, kami didik dan disiapkan untuk 10-20 tahun yang akan datang,” kata Pria yang pernah menjabat Kapolda Kalsel itu.
Adapun dari sekitar 13 ribu mahasiswa Indonesia di Al-Azhar, seribu orang lebih mendapatkan beasiswa penuh dari Al-Azhar yang meliputi transportasi, akomodasi, konsumsi dan uang saku bulanan.
Prof Salamah Daud mengapresiasi peran ASFA Foundation yang telah ikut berkontribusi kepada Al-Azhar dalam membina, mengarahkan dan membantu mahasiswa Al-Azhar. Kolaborasi seperti ini, menurut Rektor Al-Azhar itu, akan dapat mendorong percepatan pergerakan pendidikan dan pembinaan sehingga dapat menaikkan kualitas lulusan.







