Waspada DBD, Kalsel Sudah 251 Kasus Tertinggi Banjarbaru

Meskipun angka kasus penyakit yang disebabkan nyamuk Aedes aegypti tersebut sudah naik signifikan, Anhar mengatakan belum meningkatkan status kejadian luar biasa (KLB).

“Belum sampai KLB DBD lain provinsi kita,” katanya.

Diharapkan kabupaten/kota dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap DBD. Karena cuaca sekarang masuk pada musim penghujan.

Anhar mengatakan selain meningkatkan kewaspadaan, pihaknya juga melakukan pencegahan dengan cara melakukan Gerakan 3M Plus yaitu Menguras, Menutup dan Memanfaatkan atau Mendaur ulang barang bekas, dan Mencegah gigitan nyamuk dengan penggunaan cairan anti nyamuk, Memberantas jentik dengan larvasida di genangan air serta menanam tanaman pengusir nyamuk.

“Jadi untuk antisipasi dan upaya kita dalam menekan DBD dengan menerapkan 3M Plus,” ujarnya.

Hal tersebut harus terus dilakukan secara masif dan terstruktur, serta dilakukan masyarakat secara bersama-sama untuk memutuskan mata rantai penularan.

“Kemudian pengenalan gejala DBD kepada masyarakat juga sangat penting. Ketika ada yang kena DBD maka dapat diobati dengan cepat dan benar karena masyarakat sudah diberikan pengenalan,” ungkapnya. (MC Kalsel)

Editor Restu