Padahal, selain berkah dari pembacaan Al-Qur’an ada fenomena ilmiah yang dapat dijelaskan sebagai efek pembakaran herbal di acara pengajian.
Ketika mereka mengenakannya di rumah, maka zat kimia dalam asap yang melekat di dalam kain maupun cermin masih bisa memberikan khasiat bagi orang yang kontak dengannya.
Oleh karena itu, zat kimia dalam materi asap itu juga memberikan efek menolak mata jahat atau ‘ain.
Penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti yang diketuai oleh Faridi pada tahun 2013 berhasil mengungkap senyawa aktif dalam asap herbal Peganum Harmala.
Hasil penelitian tersebut relevan dengan upaya penjagaan mental karena wanita yang menghirup asap atau residu asap tanaman tersebut akan mendapatkan ketenangan.
Efeknya, daya tahan tubuh meningkat dan berimbas baik untuk kesehatan (Faridi dkk, 2013, Chemical Composition of Peganum harmala Smoke and Volatile Oil, Journal of Essential Oil Bearing Plants, Volume 16 Nomor 4: halaman 469-473).
Apabila wanita di Asia Tengah mengenakan sapu tangan, kerudung, atau bercermin dengan cermin rias yang telah diasapi oleh herbal tersebut dari acara pengajian maka mereka menghirup residu asap.
Senyawa yang berefek baik terhadap daya tahan tubuh itu akan baik pula untuk ketenangan jiwa sehingga dapat menghindarkan mereka dari gangguan mental.
Jadi, terapi holistik dari Kawasan Asia Tengah berupa pengajian, pembacaan Al-Qur’an bersama dengan pengasapan herbal yang pernah disebutkan Ibnu Sina telah dikenal bermanfaat untuk menjaga kesehatan mental. Wallahu a’lam bis shawab. (berbagai sumber)







