Mengenal Gangguan Mental dan Terapi Herbal Ibnu Sina untuk Mengatasinya

Apabila ditinjau secara aspek pengobatan islami, pembacaan Al-Qur’an sudah banyak dikenal kemanfaatannya untuk kesehatan mental.

Oleh karena itu, tidak mengherankan apabila praktik pembacaan Al-Qur’an oleh ulama perempuan di Asia Tengah itu memiliki efek positif terhadap para wanita yang menghadiri pengajian.

Dengan mendengarkan lantunan ayat suci yang dibacakan oleh ulamanya, wanita-wanita di Asia Tengah itu mendapatkan ketenangan.

Ayat-ayat suci Al-Qur’an juga dapat menjadi ruqyah terhadap gangguan non medis seperti mata jahat atau ‘ain.

Para wanita yang sering mengikuti pengajian akan mendengarkan bacaan Al-Qur’an sehingga memiliki potensi untuk terhindar dari gangguan ‘ain dan sejenisnya.

Oleh karena itu seringkali wanita di Asia Tengah menganggap bahwa menghadiri rangkaian acara pengajian menjadi salah satu sarana pengobatan holistik yang sangat bermanfaat untuk kesehatan (Kandiyoti dan Azimova, 2004, The Communal and The Sacred: Women’s World Ritual in Uzbekista, The Journal of The Royal Anthropological Institute, Volume 10 Nomor 2, Royal Anthropological Institute of Great Britain and Ireland: halaman 327-349).

Hal yang unik adalah ketika mereka membawa pulang sapu tangan, kerudung, dan cermin rias yang telah terasapi oleh pembakaran herbal di acara pengajian.

Mereka meyakini bahwa benda-benda yang dibawa ketika acara pengajian juga ikut terlimpahi keberkahan dari kemuliaan acara itu yang di dalamnya ada pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an.