Mengenal Gangguan Mental dan Terapi Herbal Ibnu Sina untuk Mengatasinya

WARTABANJAR.COMhttps://wartabanjar.com/ – Tanggal 10 Oktober lalu dijadikan sebagai hari Kesehatan Mental Sedunia.

Dikutip dari laman WHO, tujuan Hari Kesehatan Mental Sedunia adalah untuk meningkatkan kesadaran mengenai masalah kesehatan mental di seluruh dunia dan untuk memobilisasi upaya untuk mendukung kesehatan mental.

Peringatan ini, memberikan kesempatan bagi semua pemangku kepentingan yang menangani masalah kesehatan mental untuk membicarakan pekerjaan mereka, dan apa lagi yang perlu dilakukan untuk mewujudkan layanan kesehatan mental bagi masyarakat di seluruh dunia.

Gangguan mental bisa berupasa ketidakmampuan mengendalikan emosi, perasaan, dan jiwa bisa berujung pada luapan amarah dan depresi.

Selain itu, gangguan eksternal berupa mata jahat (‘ain) dari orang lain yang memiliki kecenderungan hati berpenyakit juga bisa mempengaruhi status mental dari orang yang menjadi korban.

Mental sering dihubungkan dengan aspek kejiwaan yang tidak nampak.

Meskipun gangguan mental dapat terjadi pada semua orang, tetapi rupanya wanita lebih rentan mengalaminya.

Hal ini tidak lepas dari aspek dominasi perasaan pada kaum hawa yang intensitasnya melebihi kaum adam.

Oleh karena itu, Islam sesungguhnya memberikan perhatian untuk penjagaan terhadap kesehatan mental, khususnya bagi kaum wanita.

Dikutip dari NU Online, gangguan mental pada wanita juga sering tidak disadari berkaitan dengan sistem syaraf, status hormonal, dan imunitas. Oleh karena itu secara holistik, gangguan mental dapat diatasi melalui pengobatan medis dan spiritual.