Adakah contoh upaya pengobatan holistik untuk gangguan mental dari tokoh Islam di masa lalu?
Bagaimana penerapannya dan masihkah ada praktiknya hingga sekarang?
Ibnu Sina merupakan salah satu cendekiawan muslim di bidang kedokteran yang memiliki kepedulian terhadap kesehatan mental.
Beliau memiliki ilmu pengobatan yang memuat terapi secara komprehensif, termasuk untuk gangguan jiwa.
Ajaran-ajarannya masih diterapkan hingga saat ini oleh masyarakat di daerah Persia atau Iran dan Asia Tengah (Kazakstan, Uzbekistan, Tajikistan, dan Turkmenistan).
Dalam salah satu karyanya, Ibnu Sina menjelaskan ada tanaman yang mampu mempengaruhi hormon wanita sekaligus dapat mempengaruhi syaraf yaitu Peganum Harmala. (Abu Ali al-Husain bin Abdullah bin Sina, Al-Qanun fit-Thibb Book II, Jamia Hamdard, New Delhi, 1998: halaman 166)
Tanaman sejenis semak yang dalam bahasa lokal itu disebut isiriq atau isryk biasanya dikeringkan dalam bentuk masih utuh beserta bijinya dan di Tajikistan digunakan untuk kelemahan syaraf pada otot-otot.
Di Asia Tengah pada umumnya penggunaannya untuk kesehatan kewanitaan juga sangat dominan.
Uniknya, ajaran Ibnu Sina untuk menjaga kesehatan mental diterapkan dengan kreatif oleh masyarakat di Asia Tengah, khususnya kaum wanita.
Mereka mengkombinasikan bacaan Al-Qur’an dengan terapi herbal yang dibakar dalam acara pengajian.
Pembakaran herbal itu disebut fumigasi untuk mengeluarkan asap dan kandungan wewangian yang dikenal dengan minyak atsiri.







