Minyak atsiri yang menguap di udara memang telah dikenal memiliki efek terhadap ketenangan mental.
Selain minyak atsiri, pembakaran herbal menghasilkan asap. Asap merupakan wujud padatan yang sangat halus di dalam udara sehingga juga bisa terhirup.
Ada zat-zat kimia yang terkandung dalam herbal tertentu dapat bermanfaat ketika asapnya terhirup melalui saluran pernafasan.
Metode pembakaran herbal secara tradisional inilah yang ditemukan pada fenomena upaya untuk menjaga kesehatan mental secara holistik.
Dalam acara pengajian yang diselenggarakan oleh wanita di Asia Tengah secara berkelompok, ada ulama perempuan yang membacakan Al-Qur’an.
Ruangan yang ditempati diasapi dengan tanaman yang bernama Peganum Harmala, yaitu sejenis tanaman inggu yang juga dikenal di Nusantara.
Ada kain dan asesoris yang identik dengan pakaian wanita milik para hadirin seperti sapu tangan dan kerudung serta cermin rias yang digelar di ruangan tersebut sehingga ikut terasapi.
Setelah acara selesai, sapu tangan maupun kerudung wanita yang dibawa dan digelar itu diambil oleh pemiliknya untuk dibawa pulang.
Mereka mengenakannya di rumah atau di kesempatan lainnya dengan mengharapkan kesehatan jiwa karena kain kerudung, sapu tangan, dan cermin itu telah dibacakan doa.
Namun, ternyata asap yang mengandung minyak atsiri dari tanaman yang dibakar sewaktu acara juga berpengaruh terhadap kesehatan mental ketika terhirup melalui benda-benda yang terasapi herbal itu.







