WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Sidang lanjutan kasus penganiayaan terhadap David Ozora dengan terdakwa Mario Dandy Satriyo dan Shane Lukas Rotua Pangondian Lumbantoruan kembali digelar Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Sidang kali ini menghadirkan saksi Anastasia Pretya Amanda, yang juga mantan pacar Mario Dandy.

Namun sidang sempat diskor karena Anastasia sempat terlihat menangis dikarenakan masalah kesehatannya. Amanda sendiri hadir di persidangan dengan menggunakan kursi roda.

Tenaga kesehatan (Nakes) yang disiagakan di oleh Kejaksaan kemudian segera melakukan penanganan medis.

Baca juga:

KPK Akan Periksa Erni Meike Torondek, Istri Rafael Alun Trisambodo

Amanda juga terlihat menghirup inhaler oksigen Oxycan yang dibawa Amanda sedari awal.

Ibu dari Amanda yang turut hadir mendampingi anaknya juga terlihat mendatangi anaknya sembari nakes memberikan memeriksa kondisi Amanda.

Kendati demikian, nakes yang hadir dan memeriksa Amanda menyatakan kondisi Amanda dapat melanjutkan persidangan.

“Berdasarkan pemeriksaan fisik yang telah kami lakukan dari pemeriksaan tanda-tanda vital didapatkan tekanan darahnya 110/70 dengan heartrate 150x per menit (beats per minutes/bpm),” ujar nakes di ruang sidang kepada Majelis Hakim, Selasa (4/7/2023).

“Saturasi (oksigen) 98 persen. Jadi untuk tanda-tanda sesak dari saturasi oksigen itu masih bagus,” sambungnya.

Baca juga:

Gantung Diri Marak, Ini Kata Psikolog Universitas Lambung Mangkurat

Selanjutnya, Hakim Ketua Alimin Ribut Sujono bertanya kepada nakes apakah Amanda layak untuk melanjutkan persidangan dan dijawab bahwa Amanda layak melanjutkan.

Saksi Anastasia Pretya Amanda (19) mengungkap kelakuan mantan kekasihnya, Mario Dandy Satriyo (20) yang pernah mengancam untuk menembak Cristalino David Ozora (17).

Ancaman tersebut diketahui Amanda usia dichat melalui WhatsApp oleh David.

Bermula pada saat tanggal 30 Januari 2023 Amanda mengaku telah bertemu dengan Mario di sebuah minimarket kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Pada malam dini hari, Amanda tiba-tiba mendapatkan pesan dari seseorang yang mengaku atas nama wareng alias David. Ia ingin mengkonfirmasi pertamuan Amanda dengan Mario kala itu.

Namun Amanda mengaku bahwa tidak bilang apapun ke Mario bahkan tidak pernah menyebut nama David.