WARTABANJAR.COM, KUKAR - Bermula dari bau busuk yang menyebar dan membuat beberapa warga Desa Bukit Pariaman, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara (Kukar), Kaltim, mencari sumber bau tersebut.

Pencarian mereka berakhir ke salah satu rumah yang disewakan pemiliknya. 

Saat itu rumah sedang kosong karena penghuninya sedang keluar.

Penasaran, warga memasuki rumah itu dan mencium bau yang semakin menyengat.

Ternyata bau itu berasal dari tas ransel warna hitam dan biru yang tergantung di dinding papan dapur.

Lebih mengejutkan lagi, di dalam ransel itu terdapat jasad seorang bayi.

Polisi pun dipanggil untuk melakukan penyelidikan.

Berdasar hasil keterangan para warga dan olah TKP (tempat kejadian perkara), polisi lalu mengamankan seorang perempuan muda, NJE (19).

Baca Juga: Sang Istri Diduga di Balik Misteri Jenazah Berseragam Khaki ASN

Baca Juga: Kisah "Mobil Goyang" Pak Polisi, Diintip Anak-anak, Digerebek Warga

Ternyata, ia ibu dari jasad bayi di dalam ransel.

Adapun kronologinya, ungkap Kapolsek Tenggarong Seberang Iptu Rizky Tovas, berawal dari kelahiran bayi itu pada Jumat (18/9/2026) siang.

Saat melahirkan, NJE melakukannya seorang diri. Sang bayi lahir dalam kondisi normal dan hidup.

Bukannya gembira, NJE justru panik dan ketakutan usai melahirkan bayinya itu.

"Ia mengaku kemudian mengambil ember berisi air dan memasukkan bayinya. Bayi itu direndam sebanyak 2 kali, masing-masing antara 5 menit hingga 15 menit hingga meninggal," kata Iptu Rizky, Selasa (22/9/2026).

Setelah itu, NJE memasukkan jasad bayinya ke ransel, bersama kain untuk menyelimutinya. Kemudian tas digantung di dapur.

Terungkap pula, bahwa rumah itu disewakan kepada pemilik kedai tempat NJE bekerja.

"Dia tidak tinggal di situ, rumah itu disewa untuk tempat usaha. Tersangka hanya karyawan orang yang menyewa rumah," katanya. 

Jasad bayi baru diketahui tiga hari kemudian, yakni Senin (21/9/2026) saat warga mencium bau busuk.