WARTABANJAR.COM – PT PLN (Persero) menerapkan teknologi substitusi batu bara dengam biomassa sebagai bahan bakar PLTU Asam-asam. Sebagai bukti komitmen PLN menurunkan emisi PLTU Asam-asam.
Melalui program co-firing, PLN melakukan pencampuran limbah kayu atau yang lebih dikenal dengan istilah saw dust dengan batu bara.
Manager PLN Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK) Asam Asam Dani Esa Windiarto menjelaskan sejak diterapkannya cofiring sebesar lima persen di PLTU Asam Asam, parameter operasional peralatan pembangkit terpantau aman dan beberapa parameter emisi yang dihasilkan mengalami penurunan.
“Dari hasil evaluasi, parameter operasional peralatan pembangkit terpantau aman dan beberapa parameter emisi yang dihasilkan mengalami penurunan,” terang Dani.
Dia menjelaskan, pada Juni 2022, mencatat program cofiring yang dilaksanakan telah menghasilkan 855Megawatt hour (MWh) energi hijau dan lebih dari 5000 Metrik Ton (MT) emisi karbon dioksida (CO2eq) telah berhasil ditekan.
“Hal ini menjadi bukti komitmen kami dalam mendukung upaya pemerintah menekan emisi karbon dan mempercepat pemenuhan bauran energi baru terbarukan (EBT) sebesar 23 persen pada 2025,” imbuhnya.
Selain membawa manfaat bagi lingkungan , Dani menjelaskan program co-firing PLTU Asam-asam juga membawa efek positif bagi perekonomian masyarakat sekitar.







