“Kami mengupayakan terbentuknya circular economy dengan keterlibatan masyarakat dalam penyediaan serbuk kayu untuk program ini. Sehingga masyarakat dapat memperoleh keuntungan karena nilai ekonomi limbah serbuk kayu turut meningkat,” kata Dani.
Salah seorang warga yang turut serta dalam menyediakan limbah kayu kepada PLN, Masran mengatakan dirinya merasa terbantu berkat program co-firing yang sudah dilaksanakan PLN.
“Serbuk kayu yang dulu kami anggap limbah ternyata bisa bernilai ekonomis dan dapat membantu masalah pengelolaan sampah di lingkungan kami.
Dirinya berharap program ini terus berjalan dan limbah saw dust yang dihasilkan dapat terus diolah. (Rls)
Editor : Hasby







