WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Menjelang Idul Adha ketersedian komoditas cabai dipastikan tetap aman dan mencukupi.

Hal itu disampaikan Pertanian Syahrul Yasin Limpo, dengan alasan produksi cabai surplus 1.723 ton.

Mentan mengatakan, produksi cabai besar nasional pada bulan Juni sebesar 78.040 ton dan cabai rawit 1.723 ton.

Sementara, kebutuhan untuk cabai besar diperkirakan 76.317 ton.

Baca juga:

Duh, Gara-gara Travel Tak Terdaftar 46 WNI Haji Khusus Tertahan di Imigrasi Saudi Jedaah, Begini Nasibnya

Masjid Raya Sabilal Muhtadin Potong Hewan Kurban 11 Juli, Al Jihad 9 Juli, Segini Jumlahnya

Untuk cabai keriting surplus 1.403 ton karena kebutuhan diperkirakan 72.159 ton.

Hal tersebut disampaikan Syahrul saat ke Desa Sukawangi, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat dalam rangka meninjau ketersediaan cabai sekaligus melakukan panen raya cabai, Sabtu (2/6/2022).

"Saya lihat Sumedang ini bagus. Menurut laporan cabai-nya surplus. Kalau begitu, Sumedang bisa menyuplai daerah lainnya yang defisit," kata Syahrul melalui pers rilis, Minggu (3/6/2022).

Berdasarkan data early warning system (EWS) bulan Juni hingga Juli, ketersediaan cabai baik cabai besar maupun cabai rawit di Kabupaten Sumedang juga mengalami surplus.

Produksi cabai besar dan rawit bulan Juni ini, sebanyak 515 ton dan 393 ton, sedangkan kebutuhan cabai besar dan rawit adalah, 324 ton dan 307 ton.

Juli ini produksi cabai besar dan rawit mencapai 500 ton dan 337 ton, sedangkan kebutuhan untuk kedua cabai tersebut adalah 353 ton dan 321 ton.

Menyinggung kenaikan harga cabai, Mentan mengatakan, selain faktor jelang Idul Adha, gejolak harga juga dipengaruhi oleh kondisi anomali cuaca dan serangan hama penyakit yang massif sehingga membuat hasil panen petani tidak optimal.

Di samping itu, dibukanya PPKM, kebutuhan hotel, restoran dan kafe juga turut meningkatkan permintaan cabai.

Meski demikian, dia menyebut kenaikan harga cabai tidak hanya dinikmati pedagang sjaa, tapi juga dinikmati para petani.

"Tadi ada yang membahagiakan, ternyata dari kenaikan yang ada, petani juga turut menikmati. Jadi jangan sampai hanya pedagang saja. Tentu konsumen juga harus kita perhatikan bersama juga," ujarnya. (berbagai sumber)