Kualitas Udara Memburuk, Kasus ISPA di Tabalong Capai Ratusan Tiap Pekan
WARTABANJAR.COM, TANJUNG – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, terus meningkat hingga mencapai ratusan tiap pekan seiring memburuknya kualitas udara akibat kabut asap, dalam beberapa bulan terakhir.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tabalong mencatat, sebanyak 759 warga mengalami ISPA sepanjang Juli 2026.
Jumlah tersebut kemudian meningkat hampir dua kali lipat pada Agustus 2026, yakni mencapai 1.401 penderita.
Kepala Dinkes Tabalong, Ahmad Baihaqi, mengatakan memasuki September 2026, peningkatan kasus ISPA masih terjadi.
Pada pekan pertama September tercatat 680 penderita ISPA. Angka tersebut turun menjadi 582 penderita pada pekan kedua, sebelum kembali meningkat menjadi 649 penderita pada pekan ketiga.
"ISPU kabut asap sudah tinggi sekali. Kami berharap masyarakat bisa lebih menjaga kesehatan," ujar Baihaqi pada wartabanjar.com diruang kerjanya, Jumat (25/09/2026).
Dituturkannya, data tersebut dihimpun dari seluruh layanan kesehatan di Kabupaten Tabalong, terutama 18 UPTD puskesmas yang tersebar di wilayah Tabalong.
Melihat tingginya kasus ISPA, masyarakat diminta lebih memperhatikan kesehatan diri dan keluarga.
Baca Juga: Rumah Yohanes Warga Warukin Tabalong Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp53 Juta
Warga juga diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah, dan memperbanyak konsumsi air putih untuk membantu menjaga kondisi tubuh.
"Kalau membutuhkan masker bisa minta sesuai kebutuhan ke puskesmas atau ke Dinkes," ujar Baihaqi.
Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Tabalong telah menyalurkan sebanyak 3.137 kotak masker kepada masyarakat.
Dinkes juga tengah mengupayakan pengadaan tambahan sekitar 9.000 kotak masker, untuk menghadapi kondisi kualitas udara yang masih belum stabil.
Ia berharap, masker yang telah disiapkan tidak sampai digunakan dalam jumlah besar, apabila kondisi udara segera membaik.
"Mudahan kualitas udara kita segera membaik," pungkasnya. (wartabanjar.com)