Geopark Meratus di Tiwingan Lama, Kunjungan Wisatawan Gerakkan Ekonomi Warga
WARTABANJAR.COM, MARTAPURA - Aktivitas wisata di kawasan Geopark Meratus, Desa Tiwingan Lama, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, tak hanya menghidupkan pengelola destinasi.
Kehadiran wisatawan juga ikut memberi ruang penghasilan bagi masyarakat sekitar, mulai dari pedagang, pemilik warung, pengelola perahu, hingga pengemudi ojek.
Pambakal Desa Tiwingan Lama Zulfani, mengatakan aktivitas kunjungan wisatawan yang cukup ramai pada akhir pekan, turut memberikan keuntungan bagi masyarakat yang menjalankan usaha di sekitar kawasan wisata.
“Jadinya semua masyarakat desa mendapatkan manfaat,” ujarnya saat ditemui, Sabtu (26/09/2026).
Zulfani mengungkapkan, masyarakat juga ikut menjaga agar aktivitas wisata di Tiwingan Lama berjalan tertib.
”Jadi tidak ada distribusi-distribusi tambahan. Karena kita sudah sampaikan supaya orang yang datang tuh jangan kecewa,” ucapnya.
Selain itu, Zulfani menjelaskan warga telah memiliki kesepakatan mengenai harga perjalanan, sehingga tarif yang diberikan kepada wisatawan sudah diketahui bersama.
“Di sini tidak ada calo. Kalau ada yang mencoba menjadi calo, masyarakat juga yang akan mencegah. Harga untuk perjalanan ke pulau-pulau itu kita sepakati bersama,” tuturnya.
Meski saat ini air di Waduk Riam Kanan mengalami surut karena kemarau panjang, Zulfani menyebutkan wisatawan maupun pemancing masih datang meski kondisi air berubah.
Baca Juga: Geopark Meratus Perkuat SDM, Masyarakat Dilibatkan Kelola Destinasi
Baca Juga: Aksi Bersih-bersih Geopark Meratus di Tiwingan Lama, Jaga Situs Wisata Tetap Lestari
”Alhamdulilllah tetap ada, apalagi akhir pekan tetap banyak. Jadi tidak berpengaruh lah dengan air,” paparnya.
Di sisi lain, Zulfani mengatakan, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalsel saat ini menjadi salah satu keluhan wisatawan.
Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, H Iwan Fitriady, mengatakan manfaat ekonomi bagi masyarakat memang menjadi salah satu tujuan pengembangan Geopark Meratus.
“Dua hal ini tidak bisa dipisahkan. Kita harus menjaga warisan bumi untuk generasi berikutnya, tetapi masyarakat di sekitarnya juga harus mendapatkan peningkatan ekonomi,” ujarnya.