WARTABANJAR.COM, MARTAPURA - Pengelolaan Geopark Meratus tidak hanya bergantung pada kelestarian situs, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang terlibat di dalamnya.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong peningkatan kapasitas pelaku pariwisata dan pengelola situs.

Upaya tersebut dilakukan agar kawasan yang telah mendapat pengakuan internasional, melalui UNESCO Global Geoparks (UGGp) itu dapat dikelola secara berkelanjutan.

Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, H Iwan Fitriady, mengatakan penguatan SDM menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan Geopark Meratus.

“Jadi masyarakat itu harus menjadi subjek, bukan objek. Mereka harus ikut terlibat dalam pengelolaan dan mendapatkan manfaat dari pariwisata,” ujarnya saat diwawancara di Desa Tiwingan Lama, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Sabtu (26/09/2026). 

Untuk mendukung hal tersebut, Iwan mengungkapkan pihaknya telah memberikan pelatihan kepada kelompok sadar wisata (Pokdarwis), maupun pengelola situs yang berada di kawasan Geopark Meratus.

”Tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan destinasi, tetapi juga diarahkan pada peningkatan kompetensi pelaku wisata, melalui berbagai skema hospitality dan perjalanan,” jelasnya. 

Baca Juga: Aksi Bersih-bersih Geopark Meratus di Tiwingan Lama, Jaga Situs Wisata Tetap Lestari

Baca Juga: Mapala Banjarmasin dan TNI Bersama Lakukan Pembasahan Karhutla di Sungai Tabuk

Iwan menyebut, sekitar 200 orang telah mengikuti pelatihan yang diberikan pemerintah. Kompetensi yang dikembangkan di antaranya berkaitan dengan pemandu wisata, tour leader hingga tour consultant.

“Ini kita lakukan supaya SDM kita semakin siap dalam mengelola destinasi wisata, termasuk yang berada di kawasan Geopark Meratus,” tuturnya.

Penguatan kapasitas tersebut juga, diharapkan berjalan seiring dengan keterlibatan pemerintah desa dan masyarakat di sekitar situs.

Pambakal Desa Tiwingan Lama, Zulfani, mengatakan pihaknya terus melakukan edukasi kepada masyarakat agar memahami pentingnya menjaga kawasan wisata, sekaligus ikut mendukung pengembangannya.

“Kita koordinasi terus dengan kabupaten dan provinsi untuk pelatihan. Jadi masyarakat juga kita arahkan supaya memahami bagaimana mengelola kawasan wisata ini,” ungkapnya.