WARTABANJAR.COM, MARTAPURA - Aksi Sapta Pesona Youth Geopark Meratus kembali digelar di kawasan Pelabuhan Tiwingan Riam Kanan, Desa Tiwingan Lama, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Sabtu (26/09/2026). 

Kegiatan yang diinisiasi Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan itu, diisi dengan aksi bersih-bersih di dermaga pelabuhan Tiwingan Riam Kanan, dan juga area parkir pengunjung. 

Kepala Dinas Pariwisata Kalsel H Iwan Fitriady, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga situs Geopark Meratus, yang telah mendapat pengakuan internasional melalui UNESCO Global Geoparks (UGGp).

“Warisan bumi ini harus kita jaga bersama. Salah satunya melalui kegiatan seperti hari ini, karena kalau tidak dijaga kebersihannya tentu tidak akan bisa lestari,” ujarnya saat diwawancarai.

Iwan mengungkapkan, Geopark Meratus memiliki 54 situs atau geosite, yang tersebar di enam kabupaten/kota, yakni Banjarmasin, Banjarbaru, Barito Kuala, Banjar, Tapin dan Hulu Sungai Selatan.

”Dari jumlah tersebut, Kabupaten Banjar memiliki 24 situs. Jumlah itu menjadi yang terbanyak dibandingkan wilayah lainnya,” ucapnya. 

Sementara di Desa Tiwingan Lama sendiri terdapat enam titik situs Geopark Meratus. Karena itu, Iwan menilai keterlibatan masyarakat sekitar menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan kawasan tersebut.

Baca Juga: Mapala Banjarmasin dan TNI Bersama Lakukan Pembasahan Karhutla di Sungai Tabuk

Baca Juga: Kebakaran Indrasari Kabupaten Banjar, Polisi Ungkap Dugaan Pencurian Solar Jadi Pemicu

”Semoga kegiatan serupa dapat diikuti masyarakat di sekitar enam titik situs, yang ada di desa ini,” ungkapnya. 

Iwan menjelaskan keterlibatan generasi muda juga sengaja diperkuat dalam kegiatan tersebut. Selain Putra-Putri Pariwisata dan Youth Geopark, warga serta pengurus Pokdarwis ikut turun langsung menjaga kebersihan kawasan.

“Kenapa generasi muda? Karena tentunya untuk melestarikan harus ada generasi-generasi berikutnya yang akan melestarikan,” paparnya.

Pemerintah Desa Tiwingan Lama juga menyiapkan langkah lanjutan, agar kebersihan kawasan wisata tidak hanya bergantung pada kegiatan sesaat.