Dalam pembinaan spiritualitas keislaman tersebut, masyarakat Kalimantan Selatan telah diselamatkan oleh Haji Isam dari terpapar radikalisme, intoleranisme, dan terorisme.

“Negara patut berterimakasih dan memberikan penghargaan kepada Haji Isam, mengingat keshalehan dan nasionalismenya,” ucap Habib Syakur, dikutip dari media3.id.

Haji Isam sendiri merintis usahanya dari titik nol. Sempat menjalani berbagai profesi, mulai dari sopir angkot, tukang ojek, pekerja kayu hingga akhirnya bekerja sebagai karyawan di perusahaan batu bara milik seorang pengusaha keturunan Tionghoa-Surabaya.

Dari situlah  Haji Isam mulai mengenal dunia usaha batu bara. Hingga akhirnya Haji Isam memutuskan untuk berhenti bekerja di sana dan mulai membangun usahanya sendiri.

Pria kelahiran Batulcin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan pada 1 januari 1977 tersebut  membangun usaha batu baranya sendiri bernama PT Jhonlin Group. Beberapa perusahaan dalam group ini antara lain adalah PT Jhonlin Baratama, PT Jhonlin Marine and Shipping, dan PT Jhonlin Air Transport. (Has/berbagai sumber)

Editor : Hasby