Menurut Mariyatul, Kurikulum Darurat sangat membantu praktik pembelajaran guru karena fokus pada materi esensial sehingga membuat pembelajaran dapat dilakukan dengan alokasi waktu yang cukup.

“Guru tidak perlu terburu-buru dan berkejaran dengan waktu untuk sekadar menuntaskan materi. Guru menjadi lebih leluasa untuk melakukan pendalaman materi. Kelebihan lain dari Kurikulum Darurat ialah adanya asesmen diagnostik. Asesmen ini memungkinkan guru mengetahui model dan kemampuan siswa dalam belajar. Maka, asesmen ini dapat membantu guru dalam mengajar sesuai dengan kemampuan para siswa,” katanya.

 Guru lain di SD Negeri 1 Batuan, Maya mengatakan, sebelum orang tua dan siswa diberikan modul-modul pembelajaran Kurikulum Darurat, sekolah telah mengadakan sosialisasi terlebih dahulu kepada para orang tua.

“Tujuannya agar penggunaan modul dapat berjalan optimal,” tuturnya.

Sekolah pun berinisiatif untuk mengadakan sesi konsultasi untuk para orang tua yang memerlukan bantuan lebih lanjut dan penggandaan modul untuk membantu orang tua yang kesulitan dalam mengakses modul secara daring.

Sementara di Kota Batu, orang tua juga memiliki pengalaman menarik saat melakukan pendampingan dalam penerapan Kurikulum Darurat selama pembelajaran di masa pandemi.

Fit Afrila Nurnadia, orang tua dari siswa SD Negeri 1 Punten menuturkan, pandemi telah mengajarkannya banyak hal.

“Kami jadi belajar kalau selama ini pola belajar yang sudah terbangun di sekolah bisa lepas begitu saja di rumah, jika tidak dijaga,” katanya.

Hal tersebut juga diakui oleh orang tua siswa lain, Susanti Dewi Lestari. Susanti menuturkan, ada perbedaan yang signifikan antara pembelajaran di rumah yang didampingi orang tua dengan pembelajaran sekolah dengan guru.

“Kalau di rumah anak-anak seperti bisa bernegosiasi dengan orang tua mereka, berbeda dengan di sekolah. Di sekolah, anak-anak lebih segan kepada guru mereka sehingga mereka lebih terdorong untuk belajar dan mengerjakan tugas. Maka, kami menyiasati anak-anak dengan memberikan reward jika mereka malas mengerjakan tugas,” ujarnya.

Ia juga menyadari tentang pentingnya kolaborasi antara guru dan orang tua dalam meningkatkan capaian pembelajaran anak.