Tidak ketinggalan, Bank Indonesia bersama pemerintah provinsi Kalimantan Selatan membentuk tim Investment, Trade, and Tourism Relation Unit Kalsel, sebagai bagian dari implementasi RIRU Intan Kalsel, yang akan melakukan kurasi terhadap potensi investasi di Kalsel.

“Kami melihat bahwa prospek hilirisasi batu bara melalui gasifikasi sangat besar, sejalan dengan tren transisi energi global yang akan memberikan konsekuensi terhadap konsumsi batu bara dan lebih lanjut akan mempengaruhi kinerja ekspor karena memberikan nilai tambah ekspor yang tinggi,” kata Amanlison Sembiring.

Lanjutnya, gasifikasi batu bara akan menjadi energi alternatif masa depan sehingga upaya ini juga bertujuan untuk mengurangi impor bahan bakar, meningkatkan ketahanan energi, dan mengurangi emisi. Selain itu juga memberikan forward linkage terhadap industri petrokimia yang memegang peranan sangat penting bagi pengembangan industri di hilirnya.

“Hilirisasi batu bara akan memberi peluang inovasi bagi industri dan membawa kemakmuran bagi negeri. Percepatan hilirisasi batu bara terus dilakukan oleh Pemerintah, melalui insentif fiskal maupun nonfiskal,” jelasnya.

Amanlison menegaskan, Bank Indonesia siap mendukung penuh dan bersinergi untuk mengawal transformasi tersebut. Melalui inisiasi RIRU, Indonesia dimungkinkan memiliki program hubungan investor yang lebih proaktif, terencana, dan terkoordinasi.​

“Kita berada di titik sejarah dan saat ini adalah momentum untuk melakukan hilirisasi batu bara. Untuk dunia yang lebih baik, untuk Kalimantan, dan untuk Indonesia,” tutupnya.

Pada Webinar itu diikuti Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor. Webinar Hilirisasi Batu Bara untuk New Kalimantan menghadirkan Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara pada Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara, Sujatmiko, Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Haji Muhiddin, Direktur Utama Adaro Power, Dharma Djojonegoro, Asisten Gubernur Bank Indonesia, Dwi Pranoto, Direktur Eksekutif APBI-ICMA, Hendra Sinadia, Ketua Umum PERHAPI, Rizal Kasli, Pemimpin Redaksi Harian Kompas, Sutta Dharmasaputra. (has)

Editor : Hasby