Menurut dia, apabila ada orang tua ingin anaknya tetap menggunakan metode pembelajaran jarak jauh (PJJ), maka harus diakomodasi sekolah sesuai dengan rencana kebijakan pemerintah.
“Pastikan semua sekolah dan orang tua tahu dan paham bahwa anak-anak tetap bisa menggunakan metode pembelajaran jarak jauh jika orang tua menginginkan. Jangan sampai apa yang sudah diputuskan Kemendikbud tidak tersosialisasi dengan baik di lapangan,” ujarnya.
Politikus PDI Perjuangan itu juga meminta pemerintah segera melakukan uji coba keamanan vaksin untuk anak-anak sehingga para siswa mendapat prioritas untuk vaksinasi COVID-19.
Sebelumnya, pemerintah telah menargetkan pembelajaran tatap muka secara terbatas bisa dimulai pada Juli 2021, setelah guru dan tenaga pendidik mendapatkan vaksin COVID-19. (ant)
Editor: Erna Djedi












