Gubernur Kalsel Hadiri Rakorsus Karhutla, Hotspot Tertinggi di Tapin 300 Titik

WARTABANJAR.COM, JAKARTA
Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) Pengendalian Karhutla 2026 bertema “Bersinergi untuk Negeri Menghadapi El Nino 2026 dan 2027” yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam) Djamari Chaniago di Jakarta pada Kamis (18/6) turut dihadiri Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin.

Gubernur Kalsel turut menyampaikan paparan bersama 5 (lima) kepala daerah di Indonesia dalam rakorsus yang diinisiasi Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama kementerian dan lembaga terkait dalam rangka memperkuat koordinasi nasional untuk menghadapi tantangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun ini.

Dalam paparannya, Gubernur Kalsel menyampaikan, Provinsi Kalsel yang kini memiliki sekitar 4,37 juta jiwa, tersebar di 13 kabupaten /kota dengan total luasan kurang lebih 37.100 km2, menghadapi permasalahan dengan kondisi bentang alam rawa dan lahan gambut yang mudah terbakar.

Terlebih dipicu dengan kemarau panjang dan pembukaan lahan.
Karhutla di Provinsi Kalsel juga sempat terjadi dengan pola siklus lima tahunan yaitu pada tahun 2011, 2015, 2019, dan 2023.

Puncaknya pada 2023 yang mengalami hingga 2.799 karhutla dengan luas terbakar mencapai 190.394,58 hektare.

Dalam hal ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel membagi tiga wilayah prioritas penanganan karhutla yakni di area ring satu Bandara Syamsudin Noor Kota Banjarbaru, Wilayah Utara yang mencakup Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Suntgai Utara, Balangan, Tabalong dan sebagian Kabupaten Tapin.