Gubernur Kalsel Hadiri Rakorsus Karhutla, Hotspot Tertinggi di Tapin 300 Titik

Dalam rakorsus tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa musim kemarau 2026 diprediksi datang lebih awal, lebih kering, dan lebih lama dengan puncak pada Juli hingga September akibat perkembangan fenomena El Nino.

Menanggapi proyeksi ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama para Gubernur dari provinsi rawan menyatakan kesiapan dalam memobilisasi personel, mengaktifkan posko lapangan, serta menetapkan status Siaga Darurat Karhutla di wilayah prioritas seperti Riau, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, dan Jambi.

Sebagai langkah konkret di tingkat operasional, pemerintah telah mengaktivasi Desk Koordinasi Penanggulangan Karhutla 2026 sesuai Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2020.

Desk ini mengintegrasikan pemantauan dini, patroli pencegahan, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), pemadaman darat dan udara oleh Manggala Agni bersama Satgas, hingga penegakan hukum berlapis (administratif, perdata, dan pidana) bagi perorangan maupun korporasi yang melanggar. (Wartabanjar.com/adpim/*)

Editor Restu