Dinkes HST Catat 360 Kasus TBC Semester I 2026, Warga yang Batuk Lebih Dua Minggu Diminta Segera Periksa
WARTABANJAR.COM, BARABAI - Tuberkulosis (TBC) masih menjadi tantangan kesehatan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Di tengah upaya pemerintah mengejar target eliminasi penyakit tersebut, ratusan warga masih tercatat menjalani pengobatan sepanjang semester pertama 2026.
Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, mencatat 360 kasus TBC hingga Juni 2026. Angka itu lebih rendah dibandingkan sepanjang 2025 yang mencapai 883 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes HST, Mualim, mengatakan penurunan jumlah temuan kasus tidak boleh dimaknai sebagai berkurangnya kewaspadaan.
Menurutnya, pemerintah justru memperluas skrining dan penelusuran kontak serumah, agar penderita bisa ditemukan lebih cepat.
“Kami terus memperkuat penemuan kasus. Semakin cepat pasien terdeteksi, semakin cepat pula pengobatan dimulai, sehingga risiko penularan bisa ditekan,” kata Mualim, Selasa (28/07/2026).
Ia mengimbau masyarakat yang mengalami batuk selama dua pekan atau lebih, segera memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan.
Gejala yang dianggap sepele, menurut dia, bisa menjadi pintu masuk untuk mendeteksi TBC sejak dini.
Selain skrining, Dinkes juga memperluas edukasi kepada masyarakat, terutama kelompok berisiko, agar tidak menghentikan pengobatan sebelum dinyatakan sembuh oleh tenaga kesehatan.
Baca Juga: Sempat Gagal Berangkat, Hj Fauziah Pastikan 36 Jemaah Umrah HST Berangkat 2 Agustus 2026
Baca Juga: Panen Padi Lebih Efisien, DPKP Kalsel Maksimalkan Penggunaan Combine Harvester
Salah seorang penyintas TBC, MF, mengaku sempat mengabaikan batuk yang tak kunjung reda, hingga berat badannya terus menurun.
Setelah menjalani pemeriksaan, ia dinyatakan positif TBC dan mengikuti pengobatan secara rutin.
“Alhamdulillah sekarang kondisi saya jauh lebih baik. Yang penting jangan takut berobat dan obatnya harus diminum sampai selesai,” ujarnya.
Dinkes HST berharap, keterlibatan masyarakat dalam deteksi dini menjadi kunci untuk menekan penularan, sekaligus mendukung target eliminasi TBC secara bertahap di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. (wartabanjar.com/Adew)